SULUTBANUA.COM, MANADO – Eskalasi kasus intoleransi yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia memicu keprihatinan mendalam dari organisasi kemasyarakatan (ormas) di Sulawesi Utara. Oleh karena itu, Garda Timur Indonesia (GTI) dan Ormas Kristen Benteng Nusantara merencanakan aksi ormas Sulut intoleransi sebagai respons tegas terhadap peristiwa di Tangerang dan Minahasa. Senin, 6 April 2026.
Kedua ormas tersebut sangat menyayangkan aksi penutupan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika di Teluknaga, Kabupaten Tangerang, pada Jumat (3/4/2026). Sebelumnya, Satpol PP menyegel bangunan tersebut usai ibadah Jumat Agung setelah menerima desakan warga terkait izin bangunan.
Meskipun pemerintah daerah mengklaim tindakan tersebut sesuai prosedur, GTI dan Benteng Nusantara menilai kejadian ini mencederai kebebasan beribadah. Selain itu, Anda dapat mempelajari aturan pendirian rumah ibadah melalui situs resmi Kemenag.
Selanjutnya, perhatian massa juga tertuju pada sengketa bernuansa SARA yang melanda kawasan wisata Nice Playground di Desa Sawangan, Kabupaten Minahasa. Kasus ini menjadi alasan kuat mengapa aksi ormas Sulut intoleransi ini perlu segera bergulir demi menjaga stabilitas lokal.

Ketua Umum GTI sekaligus Koordinator Lapangan aksi, Fikri Alkatiri, menegaskan bahwa provokasi intoleran tidak memiliki tempat di tanah Minahasa.
”Hal ini tidak boleh terjadi di Tanah Minahasa karena akan memicu konflik yang mengganggu stabilitas wilayah Sulawesi Utara,” ujar Fikri pada Senin (6/4/2026).
Sebagai langkah nyata, GTI dan Benteng Nusantara akan mengerahkan ratusan massa pada Rabu, 8 April 2026. Dalam aksi tersebut, mereka membawa beberapa tuntutan utama dalam agenda aksi ormas Sulut intoleransi:
- Pertama, mereka mendesak Presiden RI dan Gubernur Sulut agar menindak tegas pelaku radikalisme.
- Kedua, massa meminta Kapolda Sulut segera memproses hukum pemilik Nice Playground.
- Ketiga, seluruh elemen harus berkomitmen menjaga keharmonisan di Sulawesi Utara.
Ketua Umum Benteng Nusantara, Peps Kembuan, menyatakan bahwa aparat harus memadamkan bibit radikalisme sejak dini. Sementara itu, informasi mengenai agenda daerah lainnya tersedia di halaman Berita Sulawesi Utara.
Kesimpulannya, aksi ormas Sulut intoleransi ini bertujuan mengingatkan semua pihak bahwa toleransi adalah kunci utama menjaga stabilitas nasional.
















