BITUNG – Kondisi memprihatinkan kembali melanda ruas jalan samping SMAS Kristen Tomou Tou Girian. Tepat di depan Gedung Kesenian Kota Bitung, air selalu menggenang saat hujan deras tiba. Kawasan ini berubah menjadi kubangan dalam yang memutus kenyamanan warga serta pengguna jalan. Oleh karena itu, masalah banjir di Girian Kota Bitung ini memerlukan perhatian yang sangat serius dari pihak berwenang.
Gangguan Aktivitas Pendidikan dan Ekonomi
Berdasarkan pantauan video, genangan air yang tinggi memaksa pengendara untuk ekstra waspada. Pengemudi ojek dan pemilik kendaraan pribadi tentu harus berhati-hati saat melintasi area tersebut. Selain menghambat mobilitas, kondisi ini juga merugikan para siswa secara langsung. Akibatnya, mereka harus berjuang menerjang genangan air demi mencapai sekolah setiap pagi.
Seorang warga yang sering melintasi area tersebut turut memberikan keluhannya. Ia menyebut bahwa kondisi ini sudah menjadi pemandangan rutin yang sangat mengganggu aktivitas masyarakat.
”Setiap hujan deras, jalanan ini pasti banjir. Oleh sebab itu, saya merasa kasihan kepada anak sekolah dan tukang ojek. Mereka harus mengambil risiko besar saat melewati air sedalam itu,” ungkapnya dengan nada kecewa.

Pemerintah Kota Bitung Dinilai Abai
Masalah banjir di Girian Kota Bitung sebenarnya bukan persoalan baru bagi warga setempat. Namun demikian, instansi terkait hingga kini belum menunjukkan tindakan nyata untuk memperbaikinya. Hal ini memicu tudingan bahwa Pemerintah Kota Bitung seolah “tutup mata” terhadap penderitaan warga.
Padahal, lokasi ini sangat strategis karena berada di area pendidikan. Sayangnya, pembenahan sistem drainase tampaknya belum menjadi prioritas utama pemerintah. Warga menilai pembiaran ini mencerminkan kurangnya empati. Sebab, infrastruktur dasar sangat penting untuk menopang aktivitas ekonomi harian masyarakat kecil.

Masyarakat Menuntut Solusi Nyata Terkait Banjir di Girian Bitung
Oleh karena itu, kini masyarakat mendesak Pemerintah Kota Bitung agar segera bertindak di lapangan. Mereka meminta perbaikan drainase secara permanen agar masalah ini tidak terus berulang. Warga berharap agar pembangunan tidak hanya berfokus pada pusat kota saja. Sebaliknya, pemerintah harus memperhatikan titik rawan banjir yang bersentuhan langsung dengan rakyat.
Hingga berita ini terbit, genangan air masih sering muncul saat hujan turun. Pada akhirnya, warga pun terus bertanya-tanya, sampai kapan mereka harus “berenang” di jalanan kota sendiri akibat banjir yang tak kunjung usai.

















Respon (2)