Dugaan Malapraktik di Amurang: Bayi Baru Lahir Meninggal Dunia, Keluarga Tuntut Keadilan dan Investigasi Rumah Sakit

Ilustrasi Dugaan kasus malapraktik RS Kalooran Amurang
banner 120x600

SULUTBANUA.COM,AMURANG — Kasus dugaan kelalaian medis menimpa seorang bayi laki-laki yang baru lahir di Rumah Sakit Kalooran, Amurang. Bayi tersebut dilaporkan meninggal dunia pada tanggal 9 September 2026 setelah dilahirkan melalui operasi pada tanggal 7 September 2026. Keluarga korban secara terbuka menuntut pertanggungjawaban pihak medis serta mendesak adanya investigasi menyeluruh guna menghindari jatuhnya korban lain di kemudian hari.

​Berdasarkan keterangan orang tua korban, peristiwa ini bermula pada 7 September 2026 pagi. Orang tua korban datang ke RS Kalooran untuk pemeriksaan rutin kehamilan. Namun, dokter pemeriksa menyatakan bahwa sang ibu harus segera menjalani operasi caesar karena kondisi mendesak, kendati pihak keluarga belum melakukan persiapan awal.

​Setelah operasi selesai, bayi laki-laki tersebut lahir dan langsung dibawa ke ruang bayi untuk dipasangkan oksigen. Sekitar satu jam kemudian, pihak medis menginformasikan kepada keluarga bahwa sang bayi meminum air ketuban keruh, yang diduga menjadi alasan perlunya pemasangan oksigen akibat napas bayi yang melemah.

​Keluarga mengungkapkan kekecewaannya karena selama dirawat di ruang bayi, korban terus-menerus menangis dan sempat diberikan susu melalui selang setiap dua jam. Menjelang detik-detik akhir sebelum meninggal pada 9 September 2026 sekitar pukul 04.45 WITA, kondisi korban semakin memburuk.

​Pihak keluarga mendapati adanya kejanggalan ketika tenaga medis baru melakukan tindakan penyedotan cairan dari dalam tubuh korban sesaat sebelum bayi tersebut mengembuskan napas terakhir, di mana cairan yang keluar berwarna hitam.

​”Yang jadi pertanyaan, kenapa nanti setelah anak saya kritis baru disedot? Kenapa tidak disedot waktu anak lahir?” keluh pihak keluarga dalam pernyataan terbuka mereka.

​Keluarga menduga keterlambatan penanganan dalam membersihkan saluran pernapasan dari air ketuban keruh berpotensi memicu infeksi paru-paru pada sang bayi.

​Merasa terpukul dan menduga adanya unsur kelalaian serta sikap abai dari tenaga kesehatan yang bertugas, pihak keluarga mendesak instansi berwenang serta lembaga pengawas kesehatan untuk turun tangan. Mereka meminta agar kasus ini diusut secara tuntas demi mendapatkan keadilan bagi almarhum anak mereka.

​Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen Rumah Sakit Kalooran Amurang maupun dokter yang bersangkutan masih dalam upaya konfirmasi untuk memberikan keterangan resmi dan berimbang terkait insiden tersebut.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *