Galian “Jebakan Batman” di Danowudu Telan Korban: Keselamatan Pengguna Jalan Diabaikan, Diduga Proyek PDAM Bitung

"Kondisi galian PDAM Bitung di Danowudu yang memicu lakalantas"
banner 120x600

SULUTBANUA.COM, BITUNG — Ancaman keselamatan nyata mengintai para pengguna jalan yang melintas di kawasan Danowudu pada malam hari. Sebuah lubang galian berukuran masif yang memakan hampir separuh badan jalan dilaporkan telah memicu kecelakaan lalu lintas (lakalantas). Proyek yang diduga kuat merupakan galian perbaikan pipa milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Bitung ini kini menuai sorotan tajam publik akibat kelalaian penerapan standar keselamatan kerja . Selasa, 30 Juni 2026.

Insiden lakalantas ini mencuat ke ruang publik setelah seorang warga, Bragandogo Rompis, membagikan pengalaman nahasnya melalui sebuah unggahan di grup media sosial Facebook Berita Bitung,.

"Kondisi galian PDAM Bitung di Danowudu yang memicu lakalantas"
“Kondisi galian PDAM Bitung di Danowudu yang memicu lakalantas”

Berdasarkan bukti visual dari unggahan Bragandogo Rompis di grup Berita Bitung tersebut, terlihat jelas sebuah lubang menganga yang dibiarkan terbuka di tengah aspal. Ironisnya, proyek galian tersebut minim penerangan dan hanya dipasangi tali pembatas seadanya yang tidak memantulkan cahaya, menjadikannya semacam “jebakan” mematikan bagi pengendara, terutama di malam hari. Tampak pula kerusakan pada bodi sepeda motor milik korban akibat insiden tersebut.

Dalam unggahannya, Bragandogo Rompis memberikan peringatan keras kepada sesama warga dengan melampirkan keterangan lokasi yang spesifik.

“Selamat malam, cuma mo kase info kalo lewat dsni hati-hati ne. Soalnya barusan qt ada cilaka dsni. Nintau ini galian apa, kalo dari atas nd talalu kantara kalo ada galian. Lokasi galian dimuka alfamart danowudu,” tulis Bragandogo Rompis.

Berdasarkan analisis informasi dari unggahan tersebut, terdapat beberapa kelalaian serius yang berpotensi melanggar standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) proyek infrastruktur publik:

  • Minim Rambu Peringatan (Early Warning): Pengendara dari arah atas (kontur jalan menurun) tidak memiliki jarak pandang dan waktu pengereman yang cukup karena ketiadaan rambu peringatan jauh sebelum titik galian.

  • Ketiadaan Barikade Solid: Penggunaan tali pembatas tipis tanpa traffic cone (kerucut lalu lintas) reflektif atau lampu rotator pada proyek yang memakan badan jalan raya pada malam hari adalah tindakan yang sangat fatal.

  • Status Proyek Misterius: Tidak adanya papan informasi proyek di lokasi kejadian membuat masyarakat kesulitan menuntut pertanggungjawaban hukum.

Pembiaran galian terbuka tanpa pengamanan yang memadai merupakan bentuk kelalaian institusional. Jika benar galian ini merupakan proyek perbaikan infrastruktur milik PDAM Bitung, maka pihak pelaksana proyek telah secara sadar mengabaikan keselamatan dan nyawa masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi maupun langkah klarifikasi dari pihak PDAM Bitung ataupun instansi terkait mengenai pertanggungjawaban atas kerugian material dan trauma yang dialami oleh korban lakalantas di lokasi tersebut. Rilisan ini sekaligus menjadi desakan bagi aparat terkait untuk segera menginvestigasi prosedur keamanan proyek-proyek galian di wilayah Kota Bitung.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *